Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Shalatnya Abu Bakar Ash Shiddiq

Beliau radhiyallahu ‘anhu termasuk kalangan orang-orang shalih, sekaligus salah satu dari sahabat utama yang dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, imam yang utama dari sejumlah sahabat yang lainnya.
Beliau telah menghabiskan hidup dan segenap jiwa raganya, harta kekayaannya serta waktunya untuk diinfakkan dan berjihad di jalan Allah. Termasuk memberikan pelayanan dalam dakwah dan penyampaian wahyu.

Minggu, 20 Januari 2013

Wanita yang Aduannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh

Beliau adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa’labah Ghanam bin Auf. Suaminya adalah saudara dari Ubadah bin Shamit, yaitu Aus bin Shamit bin Qais. Aus bin Shamit bin Qais termasuk sahabat Rasulullah yang selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam peperangan, termasuk perang Badar dan perang Uhud. Anak mereka bernama Rabi’.
Suatu hari, Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya sedang menghadapi suatu masalah. Masalah tersebut kemudian memicu kemarahannya terhadap Khaulah, sehingga dari mulut Aus terucap perkataan, “Bagiku, engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar dan duduk-duduk bersama orang-orang. Beberapa lama kemudian Aus masuk rumah dan ‘menginginkan’ Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah islam (yaitu dhihaar). Khaulah berkata, “Tidak…

Jumat, 18 Januari 2013

Sesungguhnya Mereka Bersaudara

Pada suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab mengeluarkan uang sebanyak 400 dinar. Kemudian ia mengutus seorang pemuda untuk mengantar uang itu kepada Abu Ubaidah. Umar berkata kepada pemuda itu, “Pergilah kepada Abu Ubaidah dan berikan uang ini kepadanya. Kemudian tunggulah beberapa saat sampai engkau melihat apa yang ia perbuat di rumahnya.”
Maka berangkatlah pemuda itu ke rumah Abu Ubaidah.
Sesampainya di rumah Abu Ubaidah, pemuda utusan Umar itu berkata, “Aku diutus oleh Amirul Mukminin untuk memberikan uang ini kepadamu.” Maka Abu Ubaidah berkata, “Shalawat dan rahmat Allah untuknya.” Lalu Abu Ubaidah memanggil budak perempuannya dan berkata, “Pergi dan berikanlah uang tujuh dinar kepada si Fulan dan lima dinar kepada si Anu!”

Amazing Story: Perjalanan panjang seorang wanita mualaf Rusia

(Arrahmah.com) - Awal mulanya…Ia seorang gadis Rusia, berasal dari keluarga yang taat beragama, akan tetapi ia seorang penganut kristen ortodox yang sangat fanatik dengan kristennya.Salah seorang pedagang Rusia menawarinya untuk pergi bersama dengan sekelompok gadis-gadis ke negara teluk untuk membeli alat-alat elektronik yang kemudian akan dijual di Rusia. Demikianlah awal kesepakatan antara pedagang dengan gadis-gadis tersebut.
Ketika mereka telah sampai di sana, laki-laki itu mulai menampakkan taringnya dan mengungkapkan niat jahatnya
. Ia menawarkan kepada gadis-gadis tersebut profesi tercela. Ia mulai merayu mereka dengan harta yang melimpah dan hubungan yang luas, sampai sebagian besar gadis-gadis itu terpedaya dan akhirnya menerima idenya, kecuali wanita yang satu ini. Ia sangat fanatik dengan agama kristennya sehingga ia menolak.
Laki-laki itu menertawakannya seraya berkata, "Engkau di negeri ini tersia-sia, engkau tidak memiliki apapun selain pakaian yang engkau pakai … dan aku tidak akan memberikan apapun kepadamu". Ia mulai menekannya, ia tempatkan wanita itu di sebuah flat (kamar) bersama gadis-gadis yang lain dan ia sembunyikan paspor-paspor mereka. Gadis-gadis yang lain tidak mampu mempertahankan prinsipnya, mereka pun larut bersama arus … sementara ia tetap teguh menjaga kesuciannya. Setiap hari ia selalu mendesak laki-laki itu untuk menyerahkan paspornya atau memulangkan dirinya ke negeri asalnya. Tetapi laki-laki itu menolak. Pada suatu hari ia berusaha untuk mencari paspor itu di flat. Setelah susah payah mencarinya akhirnya ia menemukannya. Langsung saja ia ambil paspor tersebut dan segera kabur dari flat itu.

Prof. Tejasen masuk Islam setelah membaca artikel tentang kebenaran Al-Quran pada kulit

http://static.arrahmah.net/images/stories/2012/02/Dr.-tejasen.jpg Dr. Tagata Tejasen mengucapkan Laa Ilaaha IllAllah Muhammad Rasul Allah! 
Dia menyatakan kesaksiannya (syahadah) dan menyatakan bahwa dia menjadi seorang Muslim. Hal ini terjadi pada waktu Konferensi Kedokteran Saudi Ke-8 yang diselenggarakan di Riyadh. Dia adalah Profesor Tejatat Tejasen, Ketua Departemen Anatomi di Universitas Chiang Mai, Thailand. Sebelumnya, dia adalah Dekan Fakultas Obat pada universitas yang sama.
Kami tunjukkan kepada Profesor Tejasen beberapa ayat Al-Quran dan Hadits yang berhubungan dengan kekhususannya dalam bidang anatomi. Dia berkomentar bahwa mereka juga mempunyai (yang serupa) dalam kitab Budha mereka penjelasan yang sangat akurat tentang

Kisah seorang Yahudi yang mengislamkan jutaan orang

Di suatu tempat di Perancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim, ia adalah orang tua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen dimana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama "Jad" berumur 7 tahun.
Jad si anak Yahudi Hampir
setiap hari mendatangi toko tempat dimana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah, setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Kisah seorang pemuda dan bidadari bermata jeli

Abdul Wahid bin Zaid berkata, "Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.' (At-Taubah: 111). Aku menyambut, "Ya, kekasihku."
Laki-laki itu berkata, "Aku bersaksi kepadamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga."

Kisah nyata taubat seorang gay : Ketika saya menemukan diri saya seorang gay

Ketika saya menemukan diri saya seorang gay...
Saya lahir dalam sebuah keluarga Muslim yang ta'at. Semua anggota keluarga saya menjaga sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjalankan semua ritual dan ajaran Islam. Orangtua saya melaksanakan Hajji pada ta
hun 1970-an. Ada 14 bersaudara dalam keluarga. Saya yang ke-11 dan anak laki-laki yang terakhir dari 5 saudara laki-laki dan 9 saudari perempuan. Saya dekat dengan saudari-saudari perempuan saya dan ibu saya membandingkan dengan saudara-saudara laki-laki saya. Ayah saya meninggal ketika saya berusia 10 tahun.

Kisah masuk Islam seorang mantan perwira polisi AS di Detroit

Bila Allah menghendaki, Allah akan membuka hati seseorang untuk berlapang dada menerima Islam. Dan tak ada yang dapat menghalangi Kehendak Allah Subahanahu wa Ta'ala.
Hidayah Islam telah menyapa seorang wanita yang memiliki pekerjaan sebagai perwira polisi Amerika Serikat (AS) di Detroit. Dalam sebuah wawancara di Youtube pada  September 2011, ia menceritakan bagaimana ia memeluk Islam. Berikut adalah singkat cerita tentangnya yang diterjemahkan dari trasnkrip Onislam.

Kisah nyata: Su'ul khatimah (akhir yang buruk) wanita yang tak pernah shalat, mati saat sedang berdandan

Temanku berkata kepadaku, "Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.
Di sana aku melihat em
pat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, 'Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.' Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.

Kisah mujahid muda dan sang istri penyabar di tanah Iran

http://static.arrahmah.net/images/stories/2013/01/mujahid-ansar-iran.jpg
Kisah nyata ini diceritakan oleh seorang anggota Harakah Ansar Iran (Kelompok Mujahidin Ahlus Sunnah wal Jamaah di Iran) melalui situs resminya, tentang seorang mujahid dan istrinya yang penyabar. Berikut kisahnya:
Saya akan menceritakan kepada kalian sebuah kisah yang indah tentang seorang mujahid muda ketika ia baru pertama kali bergabung di jajaran Mujahidin, beberapa tahun lalu. Tahukah kalian, ia adalah seorang mujahid yang cintanya terhadap Allah dan Jihad sangat besar. Ia berangkat untuk menunaikan kewajibannya pada saat Subuh setelah hari pernikahannya. Tetapi yang sangat luar biasa adalah apa yang istrinya katakan ketika ia hendak pergi. Sang istri mengatakan, "Aku akan senantiasa bersujud kepada Allah hingga engkau kembali atau jasadmu kembali." Dengan dorongan semangat ini, ia meninggalkan kesenangan duniawi, demi sebuah hidup penuh kesulitan dan pengorbanan.
Pada suatu malam, pada saat perjalanannya dari satu kamp ke kamp yang lain, ia merelakan dirinya sendiri untuk mencari bantuan makanan di dekat desa terdekat untuk para sahabat mujahidin. Mengetuk pintu dari rumah ke rumah, ia disambut dengan sambutan yang sangat tidak ramah, setiap rumah hanya mengatakan kepadanya bahwa para Mujahidin itu tidak diterima di sini.

Enaknya Nikah Muda…

Dulu, sebelum menikah, ketika ada yang orang bertanya, kapan saya berencana menikah.. maka saya menjawab,
“Iin sya Allah paling telat umur 20, saya menikah”.
Alhamdulillah keinginan saya diridhoi Allah. Di awal umur 20 tahun, saya bisa menggenapkan setengah dien saya.
Mungkin orang lain akan berpendapat:
“Wahh muda amat??” atau
“Ah gue pengen kerja dulu, menikmati hidup dulu”
“Aduh, aku-ya aja masih kayak gini, masa mo nikah?”
Ya, memang tidak bisa dipungkiri, banyak pendapat akan bermunculan. Tapi inilah jalan hidup saya, dan bagi saya, menikah dini itu memiliki banyak keutamaan. Kenapa menunda-nunda untuk mendapatkan banyak keutaman itu? : )
Awalnya, sejak SMP, papa saya sudah sering mengatakan kepada saya dan adik-adik. Kalau kamu suka sama seseorang dan ada orang lain yang suka sama kamu itu wajar, tapi papa tidak mngizinkan kalian pacaran. Alhamdulillah. Meski bgitu, papa sangat mengizinkan bagi anak-anak perempuannya jika sudah lulus SMA dan ada yang ingin mempersunting, ya silahkan menikah jika ia baik agama, akhlaq, pendidikan, dst. Tapi ada syaratnya, yaitu: kuliah jalan terus. Dan tentu saja sang suami yang harus menanggung tanggung jawab membiayai kuliah istrinya. Karena sejatinya, memang tanggung jawab sudah beralih ke sang suami.