Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2013

Inilah Sebab Utama Kebahagiaan Dunia-Akhirat

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam teruntuk hamba dna utusan-Nya, Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Sebab paling pokok dan paling utama kebahagiaan hidup dunia dan akhirat adalah iman dan amal Shalih. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Nahl: 97)

Jumat, 18 Januari 2013

Tanda Kiamat, Merebaknya Perzinaan

Di antara tanda-tanda kiamat yang telah nampak adalah merebaknya perzinaan dan banyak terjadi di tengah-tengah manusia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa hal itu termasuk tanda-tanda kiamat.
Telah tetap dalam ash-Shahihain dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((إن من أشراط الساعة (فذكر منها )ويظهر الزنا ))
‘Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah… (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) dan merebaknya perzinaan’ ”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, dia berkata, ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
’Akan datang kepada manusia beberapa tahun yang penuh dengan tipuan … (lalu beliau melanjutkan haditsnya, di dalamnya disebutkan:) dan menyebarnya perbuatan keji (zina).’ ” [Mustadrak al Hakim (IV/512)]

Ditiupnya Sangkakala

Ketika Allah telah usai menciptakan langit dan bumi, Ia menciptakan sangkakala. Lalu sangkakala diserahkan kepada Malaikat Israfil dan ia meletakkan di mulutnya sambil matanya memandang ke arah ’Arsy, Malaikat Israfil menunggu perintah untuk meniupnya.
Sangkakala itu adalah tanduk besar yang kelak akan ditiupkan kepadanya tiga tiupan, yaitu:
Tiupan pertama disebut tiupan faza’, yaitu agak makhluk di langit dan dibumi terkejut dan mati kecuali yang Allah kehendaki.
Tiupan kedua adalah tiupan sha’q, yaitu berubahnya alam yang kita saksikan ini. Tiupan ke dua menjadi akhir kehidupan dunia.

Minta Didoakan Saat Memberikan Sedekah, Bolehkah?

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Di antara kebiasaan sebagian orang saat memberikan sedekah kepada fakir miskin atau anak yatim, ia meminta didoakan. Beragam cara
meyerahkan sedekah tersebut. Dan beragam pula isi doa yang diminta, dari kebaikan urusan dunia sampai urusan akhirat. Apakah meminta didoakan semacam ini dibolehkan?
Jika permintaan tersebut adalah sesuatu yang biasa, artinya tidak ada unsur penghinaan dan menyusahkan yang diberi maka tidak mengapa. Karena terdapat dalil yang menjelaskan bahwa orang yang bersedekah itu didoakan kebaikan untuknya.

Ruwatan: Cara syirik Untuk Keselamatan

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Ruwatan adalah tradisi jawa sebagai prosesi spiritual untuk membuang kesialan hidup. Kemudian disikretiskan dengan ajaran agama untuk supaya dibebaskan dari malapetaka dan bala'. Intinya minta perlindungan dan keselamata
n dari berbagai keburukan dan musibah. Masalahnya, dalam keyakinan awalnya, permohonan itu ditujukan kepada selain Allah, Betoro Kolo. Sehingga setelah diadakan ruwatan maka akan terhindar dari dimangsa Betoro Kolo dan terbuang sialnya.

Adukanlah Keluh Kesahmu Hanya Kepada Al-Rahman!

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Saat sedih dan suntuk menghampiri. Saat banyak dosa dan maksiat membuat sesak. Saat banyak hal yang dicita-citakan dan diinginkan. S
aat ada sesuatu yang sangat ditakutkan dan dikhawatirkan. Bersimpuhlah di hadapan Al-Rahman (Dzat Maha Pengasih dan Penyayang). Tunjukkan kebutuhan dan kelemahanmu. Adukanlah berbagai keluh kesah dan hajatmu. "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf: 86). Benar, kepada Allah semata engkau haturkan semuanya, bukan kepada seseorang-pun selain-Nya.

Inilah Alasan Haramnya Mengucapkan Selamat Natal

Oleh: Badrul Tamam
Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam. Tidak ada tuhan yang sebenarnya kecuali Dia semata, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Shalawat dan salam teruntuk Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Nuansa Natal di negeri yang mayoritas muslim ini sudah sangat terasa kemeriahannya. Mall-mall dan pusat perbelanjaan m
enggelar event-event bertemakan natal. Semua itu untuk memeriahkan hari crismash yang diyakini kaum Nasrani sebagai hari kelahiran al Masih atau Jesus yang diklaim sebagai tuhan atau anak Tuhan.

Kamis, 17 Januari 2013

Perbedaan Mukmin dan Kafir Menyikapi Dunia

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam terlimpah untuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Diantara fitnah besar yang telah Allah peringatkan bahayanya adalah fitnah dunia. Banyak orang tertipu, terpedaya, dan hancur karenanya. Bahkan tidak sedikit yang rela menukar iman dan akhiratnya dengan dunia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kefanaan dan ujung dari kehidupan dunia,
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيماً تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِراً
"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi menjadi subur, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Kahfi: 45)

Siksa Neraka Paling Ringan

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Neraka disiapkan bagi musuh-musuh Allah yang ingkar kepada-Nya. Puncak kedahsyatan siksa dan penghinaan ada di sana. Tidak ada penolong dan pelindung darinya. Tidak ada yang kuat menahan pedihnya siksa, walau yang paling ringannya.
Disebutkan dalam Shahihain, dari hadits Nu'man bin Basyir Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ تُوضَعُ فِى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَتَانِ
يَغْلِى مِنْهُمَا دِمَاغُهُ
"Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang diletakkan dua buah bara api di bawah telapak kakinya, seketika otaknya mendidih." (Muttafaq 'Alaih, sebagian tambahan Al-Bukhari, "sebagaimana mendidihnya kuali dan periuk."

Rabu, 16 Januari 2013

Makna Dua Kalimat Syahadat

      Melafadzkan dua kalimat syahadat dan mengamalkan tuntutannya merupakan rukun dasar agama Islam. Namun sayang, banyak orang yang tidak memahaminya. Lebih dari itu, banyak yang mencuk
upkannya hanya dengan mengucapkannya tanpa memahami makna dan mengamalkan tuntutannya.

Tahukah Anda tentang Asal Mula Penyembahan Berhala?

Yang pertama kali memprakarsai kesyirikan di jazirah Arab adalah orang dari keturunan Ismail. Mulanya, bila mereka keluar dari Tanah Haram untuk mencari rezeki, mereka membawa batu dari Tanah Haram untuk dibawa serta. Jika mereka singgah di sebuah tempat, mereka meletakkan batu itu di sisi mereka. Kemudian mereka bertawaf (mengelilingi) batu tersebut sebagaimana tawaf di Baitullah. Bersamaan dengan itu, mereka juga berdoa kepada Allah. Apabila mereka kembali melanjutkan perjalanan, batu itu tak lupa dibawa serta. Demikian  seterusnya.