Minggu, 20 Januari 2013

Pesepakbola Arsenal yang Hafal Qur'an 19 Juz

LONDON, muslimdaily.net - Pentas sepak bola Liga Premier Inggris banyak dihuni pemain-pemain beragama Islam yang datang dari luar negeri.

Pesepakbola Liga Premier Muslim yang menonj
ol kebanyakan berasal dari Perancis.


Diantara pesepakbola Muslim yang dikenal taat adalah gelandang Arsenal, Abou Diaby. Pemain 25 tahun berkewarganegaraan Perancis keturunan Pantai Gading ini ternyata hafal Al Qur'an hingga 19 juz.

Dalam akun twitter, salah satu pengajar Ebrahim Collage di London, Mufti Muhammad, @Mufti_Muhammad_ mengungkap kalau pesepakbola yang datang ke Emirates Stadium kandang Arseal pada tahun 2006 itu hafal 19 juz Alquran.
Bagi Diaby, kunjungan ke Ebrahim Collage adalah hal biasa. Sebab ia merasa nyaman berada dalam komunitasnya, seperti diberitakan Republika Online.

"In conversation with Arsenal Footballer Abu Diaby @ Ebrahim college dinner tonight, who's memorised 19 ajza of Qur'an! (Dalam perbincangan dengan pemain Arsenal Abu Diaby di Ebrahim Collage pada momen makan malam, siapa yang hafal 19 juz Alquran," sentil Mufti Muhammad kepada Diaby.

Dukung Muslim Rohingya
Sifat sosial Abou Diaby yang sangat perhatian terhadap umat Muslim lainnya juga ia tunjukkan, saat dirinya terlibat dalam penggalangan dana untuk Muslim Rohingnya di London Muslim Center.

Dalam acara penggalangan dana itu, Abou Diaby melelang jersey (kostum) Arsenal miliknya untuk Muslim Rohingnya.

Di Arsenal sendiri ada beberapa pemain yang tercatat beragama Islam, diantaranya Abou Diaby, Bacary Sagna, dan sebelumnya ada Samir Nasri dan Kolo Toure yang kini membela Manchester City.
Pemain Muslim Hilangkan Tato
Sementara itu, pemain Muslim Arsenal lainnya yang berkomitmen terhadap Islam adalah bek muda Armand Traore. Namun jebolan Akademi Arsenal kelahiran 8 Oktober 1989 itu kini berpindah klub di Queens Park Rangers.

Pemain berpaspor Perancis keturunan Senegal ini telah lama memeluk Islam dan pada 2009 lalu saat masih membela Arsenal ia mulai "sadar" untuk menghilangkan seluruh tato yang digambar di tubuhnya.

"Saya rasa ini (tato) menjadi kesalahan terbesar dalam hidup saya, tapi saya akan mencoba meluruskan segalanya," ungkap Traore.

"Agama saya telah memberi keuntungan bagi kehidupan dan karir saya. Saya selalu menjadi muslim tapi tidak pernah mempraktekannya dan saya hanya berkata 'saya seorang muslim'," pungkasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar